Tips Meletakkan Pajangan Hiasan Dinding di Rumah

Fungsi hiasan dinding memang sangat beragam. Salah satunya adalah untuk nilai estetika. Sebuah lukisan, misalnya, bisa memberikan nuansa baru atau berbeda bagi sebuah ruangan dengan biaya yang relative murah dibandingkan dengan mengganti perabot.

Hiasan dinding juga bisa digunakan sebagai solusi desain dalam menata ruangan. Misalnya, untuk mengurangi kesan kosong dan dalam pada tembok yang tingginya di atas 3 meter, bisa dipasang hiasan dinding berbentuk panjang atau beberapa hiasan dinding yang dipasang berbaris secara vertikal.

Masalah dinding seperti ini juga biasanya muncul pada rumah yang menggunakan void, sehingga untuk kalian yang memiliki masalah serupa bisa mencobanya.

Namun, ada beberapa hal penting yang harus kalian perhatikan dalam melatakkan sebuah pajangan hiasan dinding.

 

1.Bentuk Pigura dan Ketinggian

Bentuk Pigura dan Ketinggian

Jangan sepelekan pigura. Karena, benda yang satu ini bisa mempengaruhi penampilan hiasan yang akan dipajang.

Jika salah pilih, lukisan sekelas Monalisa pun juga akan kehilangan daya tarik. Sebaliknya, poster yang biasa – biasa saja bisa terlihat mahal dan berkelas dengan pigura yang tepat.

Pilihan pigura ini harus menimbang jenis karya seni yang akan dibingkainya. Selain itu, pilihan piguran berkaitan erat dengan tema interior ruangan atau rumah secara keseluruhan.

Tentu saja tak akan sedap dipandang mata jika di dalam ruangan berinterior modern dan full warna – warni ceria, dipajang lukisan dengan pigura kayu antic.

Selain itu, banyak orang yang cenderung menggantung hiasan dinding setinggi mungkin. Padahal, posisi ideal adalah setinggi pandangan mata rata-rata orang dewasa (± 1,5 – 1,7 m dari permukaan lantai).

Jika kamu menggantung hiasan tepat di atas sofa atau furnitur lain, sebaiknya pilih hiasan yang lebarnya ± 2/3 dari lebar sofa. Jangan lupa, beri jarak sekitar 25 – 30 cm dari furnitur.

 

2.Jadi Satu Kelompok dan Atur Komposisi

Jadi Satu Kelompok dan Atur Komposisi

Agar tertangkap oleh mata, hiasan dinding sebaiknya cukup besar jika diabandingkan dengan luas dinding tempatnya tergantung.

Maka, jika hiasan dinding berukuran mungil, lebih baik kalian menjaganya dalam bentuk grup dibandingkan satu per satu menyebar di seluruh dinding ruangan.

Untuk peletakkan, jangan memasang hiasan-hiasan tadi terlalu dekat, karena menimbulkan kesan berantakan. Jangan pula menggantung terlalu jauh, karena akan hilang kesan kesatuannya.

Secara umum, ada dua macam tatanan secara grup untuk hiasan dinding. Pertama adalah simetris yang biasa dipakai untuk ruangan berinterior formal.

 

Simetri bisa diperoleh dari cara peletakan yang seimbang antara kiri-kanan atau atas-bawah. Bisa juga dari kesamaan tema, ukuran, atau warna.

Kedua adalah asimetris yang kesamaan tak terlalu dipentingkan. Sebaliknya, ukuran atau jenis benda yang dipajang bisa berbeda.

Namun agar tak terlihat asal tabrak, “keseimbangan secara pengelihatan” tetap harus diperhatikan agar tetap indah dipandang.

Untuk menghindari dinding “bopeng” akibat salah paku, kalian bisa mencoba untuk mengukur luas dinding yang akan digantungi hiasan.

Hamparkan kertas koran di lantai, seluas dinding yang sudah diukur. Letakkan dan atur hiasan dinding di lembaran koran sampai kamu  menemukan komposisi yang dirasa tepat.

Tandai lokasi hiasan dinding (sekaligus lokasi pakunya) dengan spidol. Tempelkan lembaran koran tadi pada dinding dengan isolasi khusus yang tidak membuat cat mengelupas. Pasang paku di tempat yang sudah ditandai tadi.

Itulah beberapa tips yang mungkin bisa berguna untuk membantu kalian memasang pajangan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *